Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean
Tampilkan postingan dengan label KORAN JAWA POS 2008. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KORAN JAWA POS 2008. Tampilkan semua postingan

Lapter Bawean Selesai 60 Persen

Media Bawean, 6 Oktober 2008

Sumber : Jawa Pos


GRESIK- Warga Pulau Bawean tak lama lagi tidak perlu tidur di pelabuhan hanya untuk menunggu keberangkatan kapal. Sebab, pembangunan lapangan terbang (lapter) di Bawean saat ini sudah rampung 60 persen. Diperkirakan, mulai tahun depan lapter tersebut sudah bisa digunakan.

Hal itu disampaikan salah seorang anggota DPRD Gresik yang mewakili Bawean, H Syarif, kepada Jawa Pos di sela-sela perjalanan menuju Bawean beberapa hari lalu.

Menurut anggota komisi A tersebut, proyek pembangunan lapter itu akan sangat membantu membuka akses maupun perkembangan Bawean yang kaya potensi pariwisata. "Yang pasti, itu akan sangat memudahkan perantau asal Bawean untuk pulang tanpa harus menunggu jadwal kapal laut," terang Syarif.

Proyek dengan total anggaran Rp 8 miliar dari APBD Jatim tersebut memakan lahan sekitar 70 hektare. Dari total lahan itu, enam hektare di antaranya milik warga. Maka, diperlukan perjanjian ganti rugi tanah warga.

"Namun, proses itu sudah selesai. Saat ini 60 persen sudah selesai digarap," jelas Syarif.

Lapter tersebut berlokasi di Kecamatan Tambak atau sebelah utara Bawean. Jadi, nanti Bawean akan memiliki dua pintu akses masuk. Yakni, di sebelah selatan ada pelabuhan kapal laut, sedangkan di bagian utara ada lapter.

Lapter itu sendiri memiliki landasan pacu sepanjang kira-kira 150 meter. Letaknya berbatasan langsung dengan pantai utara Pulau Jawa. "Pengerjaan proyek ini dilakukan oleh kontraktor yang dipilih oleh provinsi," kata Kadishub Pemkab Gresik Supardji. Karena itu, landasan tersebut hanya bisa didarati pesawat jenis Cesna maupun Casa dengan penumpang tak lebih dari 50 orang.

Meski salah satu tujuannya ialah membuka akses pariwisata Bawean, Syarif masih belum yakin apakah keberadaan lapter itu akan sanggup berbicara banyak. "Ini memang salah satu cara melengkapi infrastruktur. Namun, untuk mencapai gol terbukanya pariwisata Bawean masih belum dipastikan," ucap Syarif.

Menurut dia, selain infrastruktur, kendala terbesar aksesibilitas pariwisata Bawean adalah stigma warga, terutama tokoh Bawean, bahwa pariwisata lebih cenderung bermakna negatif. Mata rantai pariwisata masih dipahami sebagai makin menjamurnya praktik yang tidak sesuai dengan norma adat Bawean maupun Islam, agama yang dipeluk mayoritas warga.

"Akan tetapi, kami tetap mencoba memberikan pemahaman kepada mereka (tokoh masyarakat, Red), antara lain, dengan studi banding ke daerah pariwisata lain," tutur Syarif. (pra/ib)

Waktu Pulang bagi Lelaki, Saatnya Menambah Populasi

Media Bawean, 6 Oktober 2008

Sumber : Jawa Pos
Mengunjungi Pulau Bawean Menjelang Lebaran (1)

Mengunjungi Pulau Bawean menjelang Lebaran adalah perkecualian yang tidak akan didapatkan pada hari biasa. Tidak hanya hiruk pikuk pemudik yang terasa, predikat Pulau Putri seakan lenyap untuk sementara waktu.

Adi Tri Pramono, Bawean

Menjelang Lebaran, semboyan mangan ora mangan asal kumpul terasa sangat pas untuk menggambarkan suasana Pulau Bawean. Saat itu rasanya tidak ada yang lebih penting daripada bertemu sanak saudara untuk merayakan Idul Fitri.

Suasana tersebut sangat terasa, bahkan sebelum menjejakkan kaki di pulau yang terletak sekitar 80 mil sebelah utara Kota Gresik itu. Selama perjalanan bersama para pemudik, kemeriahan suasana Lebaran sudah terasa.

Sebagai pulau yang terpisah dengan induknya, yakni Kabupaten Gresik, perjalanan ke Bawean hanya bisa ditempuh lewat laut. Jawa Pos pun berangkat ke Bawean dengan kapal cepat Express Bahari. Jawa Pos berangkat Sabtu (27/9) sekitar pukul 09.00. Tiketnya Rp 160.000 sekali jalan.

Kapal tersebut mampu melaju dengan kecepatan rata-rata 23 knot sehingga perjalanan laut sejauh 80 mil bisa dijangkau dalam tiga jam saja. Bandingkan dengan kapal Dharma Kartika yang harus berlayar selama 8-9 jam.

Selain mampu mengangkut 344 orang plus barang bawaannya, kapal yang diproduksi pada 2005 oleh perusahaan galangan kapal Caterpilar asal AS itu memiliki standar keamanan laut kelas wahid. Kapal yang dinakhodai Yosis Dinun Sada tersebut dilengkapi peralatan EPIRB (emergency position indicating radio beacon).

Radio itu adalah semacam kotak hitam untuk kapal laut. Salah satu fungsinya, jika dalam kondisi berbahaya, kotak hitam tersebut tinggal dilempar ke laut dan langsung mengeluarkan sinyal SOS yang bisa diterima pusat kontrol lalu lintas kapal maupun kapal lain yang sedang lewat.

''Fasilitas inilah yang membuat nyaman penumpang, meski kapal melaju dengan kecepatan 23 knot," jelas Yosis.

Kapal Express Bahari memiliki tiga buah mesin dengan total 3.600 daya kuda. Torsi yang dihasilkan dengan kekuatan itu sebesar 2.300 rpm. ''Torsi inilah yang membuat kapal itu disebut kapal cepat," lanjut alumnus angkatan pertama SPIP Palembang tersebut.

Untuk konsumsi bahan bakar, dibutuhkan lima ton solar untuk perjalanan PP Gresik-Bawean. Saat beroperasi, Yosis dibantu tiga asisten kapten yang bergantian menakhodai kapal yang memiliki enam buah sekoci itu. Sekoci tersebut mampu menampung 65 orang dan digunakan jika kapal dalam keadaan bahaya.

Sepanjang perjalanan, ombak kala itu, menurut Yosis, masih tergolong normal. Meski begitu, ombak tersebut mampu mengombang-ambingkan isi perut penumpang. Tak ayal, beberapa penumpang tampak menjinjing tas kresek untuk wadah isi perut yang keluar akibat mual.

Jawa Pos sempat berkeliling untuk menilik kapal yang disesaki pemudik dan barang bawaannya itu. Di dek belakang kapal, Jawa Pos berkenalan dengan sejumlah pemudik dari negeri seberang, Malaysia dan Singapura.

Mereka berkumpul di dek belakang karena tidak kebagian kursi. Selain itu, mereka sengaja menikmati deburan ombak, semilir angin, dan panas matahari yang sudah lama dirindukan.

''Panasnya khas, tak sabar rasanya untuk segera sampai di rumah," kata Mustafi, pemudik yang empat tahun bekerja di Malaysia dan belum pernah pulang itu.

Perasaan rindu yang sama, agaknya, juga merayapi hati para pemudik. Sebab, rata-rata mereka baru bisa pulang setelah bertahun-tahun mengais dan menghimpun rezeki di negeri jiran.

Umumnya mereka ''belum berani'' pulang jika tidak membawa uang cukup atau oleh-oleh bagi sanak keluarganya di kampung. Oleh-oleh itu juga menjadi simbol keberhasilan dan kebanggaan di tanah rantau.

Jumlah uang mereka rata-rata bernilai puluhan juta rupiah. ''Dulu sebelum ada bank di Bawean, mereka langsung membawa uang hasil jerih payah secara cash," jelas Supardi, Kadishub Pemkab Gresik.

Bagi yang lajang, hasil memeras keringat di rantau itu biasanya digunakan untuk modal menaikkan ''status'' alias menikah. ''Saya merantau selama empat tahun untuk mengumpulkan biaya pernikahan dan saat itu tiba tahun ini," kata Hermas dengan wajah berbinar.

Rata-rata lelaki Bawean menikah saat umur mereka di atas 25 tahun. Mereka benar-benar ketat untuk urusan biaya hidup. Selain untuk menikah, uang jerih payah di tanah rantau biasanya digunakan untuk membangun rumah.

Syarat tersebut seolah telah menjadi hukum tak tertulis bagi pemuda Bawean yang ingin menikah. Karena itu, Lebaran adalah waktu yang mereka tunggu, waktu yang tepat untuk pulang dan memulai babak baru dalam rangka meneruskan generasi.

Bagi mereka yang sudah berkeluarga, Lebaran berarti memberikan adik bagi anak mereka yang lebih dahulu lahir.

Menurut budayawan Bawean Cuk Sugrito, merantau sudah menjadi tradisi masyarakat Bawean. Saat anak beranjak remaja, mereka sudah dipersiapkan untuk merantau. (ib)

Pemadaman di Bawean

Media Bawean, 4 Oktober 2008

Sumber : Jawa Pos
GRESIK - Sudah hampir setengah tahun ini, pasokan listrik di Bawean tidak normal. Pemadaman bergilir sering dilakukan oleh PLN. Selain itu, listrik menyala mulai pukul 17.00 hingga 08.00.

Penyebabnya adalah tidak berfungsinya tiga generator listrik yang dimiliki unit pembangkitan listrik PLN Bawean. "Di antara empat generator, hanya satu yang berfungsi," ucap Hermawan, warga yang tinggal di dekat generator PLN.

Generator-generator itu dijalankan dengan bahan bakar solar sehingga biaya operasionalnya mahal. Sebab, harga BBM di Bawean lebih mahal dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Gresik. Misalnya, harga BBM jenis bensin saat ini di Bawean Rp 7.500 per liter. Harga tersebut sudah turun dibandingkan saat kenaikan BBM pada Maret lalu. "Saat itu harganya Rp 11.000. Itu pun dicampur minyak tanah," tutur Aminuddin, pemilik depo bensin.

Yang sangat merasakan dampak kurangnya pasokan listrik tersebut adalah para pelajar. Sebab, bisa dipastikan sekolah-sekolah mereka tidak dapat aliran listrik. "Padahal, banyak sekolah yang sudah memiliki fasilitas komputer. Dengan tak adanya listrik, tentu fasilitas itu tidak bisa dipakai," ucap Sofyan, salah seorang guru SD, yang ditemui Jawa Pos di rumahnya.

Untuk mengejar ketertinggalan dengan daerah lain, banyak siswa yang mengandalkan warung internet (warnet) milik Telkom. Sebab, Telkom adalah salah satu instansi yang masih menikmati listrik saat pemadaman bergilir. (pra/ib)

Bawean Jadi Pulau Belanja

Media Bawean, 3 Oktober 2008

Sumber : Jawa Pos
GRESIK - Lebaran mengubah suasana Pulau Bawean. Kecamatan pulau yang menjadi bagian Kabupaten Gresik itu selama ini dikenal sebagai "Pulau Putri" karena banyaknya kaum lelaki pulau itu yang merantau, umumnya ke luar negeri.

Pada musim mudik Lebaran ini, Pulau Bawean seolah hidup kembali. Kemeriahan karena kepulangan para lelaki atau mengalirnya kiriman dari rantau membuat Bawean menjadi mirip pulau belanja.

Di Pasar Sangkapura, misalnya, omzet naik hingga 300 persen. Pada hari terakhir Ramadan lalu, sejak pukul 05.30 warga mulai memenuhi pasar.

Selain pasar dan toko kelontong, bank kebanjiran nasabah yang hendak mengambil uang. Hal itu ditunjukkan dengan aktivitas di Bank Jatim, satu-satunya bank di Pulau Bawean.

"Pada hari Senin (29/9) saja kami menyediakan dana Rp 2 miliar untuk melayani para nasabah di Bawean," tutur seorang pegawai Bank Jatim Kantor Kas Kecamatan Tambak kepada Jawa Pos. (pra/ib)

Arus Mudik Antiklimaks

Selasa, 30 September 2008

Sumber : Jawa Pos
Sepi Penumpang, KM Dharma Kartika Urung Berangkat

GRESIK - Arus mudik Lebaran kemarin (29/9) memasuki H-2. Namun, penumpang kapal penyeberangan Gresik-Bawean cenderung antiklimaks. Dibandingkan H-3, kemarin (29/9) kapal motor (KM) Ekspres Bahari (EB) 8B hanya mengangkut 336 penumpang. Padahal, kapasitas tempat duduknya 344. Itu berarti ada delapan kursi yang lowong.

Kondisi lebih mengenaskan dialami KM Dharma Kartika. Kapal motor berkapasitas tempat duduk 199 kursi tersebut kemarin (29/9) hanya diisi sekitar 30-40 penumpang. Karena jumlah penumpang tidak memenuhi kuota minimal, yakni 50-60 penumpang, kapal itu urung mengarungi lautan sejauh 80 mil menuju Pulau Bawean. "Mungkin besok (hari ini, Red). Kapal akan berangkat kalau jumlah penumpangnya cukup," kata Plh Administratur Pelabuhan Gresik Pudiasto Nugroho.

Padahal, pada H-3 Minggu lalu, kapal milik Dharma Lautan tersebut bisa mengangkut 250 penumpang. Berdasar pantauan Jawa Pos, penumpang kapal di Pelabuhan Gresik terlihat sepi. Namun, aktivitas muat barang bawaan masih terlihat sibuk. Misalnya, sejumlah pekerja di Pelabuhan Gresik tampak menaikkan sejumlah motor ke dalam KM Dharma Kartika.

Pudiasto menambahkan, penyeberangan Gresik-Bawean akan libur selama dua hari, yakni pada Lebaran dan H+1. "Sebab, biasanya penumpang sepi pada hari itu sehingga penyeberangan libur," tuturnya di sela-sela memantau arus mudik di Pelabuhan Gresik kemarin. (yad/ib)

Sebanyak 1.304 Batang Kembang Api Disita

Media Bawean, 29 September 2008

Sumber : Jawa Pos

GRESIK - Berjualan kembang api memang tidak dilarang. Namun, kalau membawa ribuan kembang api ke dalam kapal penumpang harus berurusan dengan polisi. Sabtu (27/9), Haniya, calon penumpang kapal motor (KM) Dharma Kartika (DK), harus berurusan dengan aparat kepolisian KPPP Gresik.

Pasalnya, perempuan 21 tahun itu ketahuan membawa 1.304 kembang api dan mercon sreng. Ribuan mercon dan kembang api itu rencananya dibawa ke KM DK, salah satu kapal penyeberangan Gresik-Bawean.

"Barang tersebut (mercon dan kembang api) tidak boleh dibawa ke kapal karena membahayakan. Sebab, di kapal penumpang tersebut tidak ada bagasi khusus dengan izin khusus," kata Kapolsek KPPP Gresik Darsuki.(yad/ib)

Batasi Calo, Tiket Dijual di Pelabuhan

Media Bawean, 27 September 2008

Sumber : Jawa Pos

GRESIK - Seiring meningkatnya arus pemudik ke Pulau Bawean dan mengurangi risiko calo, dishub dan agen tiket bersepakat hanya akan menjual tiket secara langsung di loket pelabuhan.

''Kesepakatan ini dibuat untuk menghindari calo serta memudahkan koordinasi dan mulai dilakukan sore ini (Jumat, 26/9, Red)," ucap Sutardji, Kadishub Gresik, ketika ditemui Jawa Pos di pelabuhan kemarin (26/9).

Dua hari lalu, Sutardji mendapat laporan bahwa tiket kapal ke Bawean sudah habis. Padahal, dalam catatan agen, tiket itu masih banyak. Hal tersebut terjadi karena ada pihak yang ingin memanfaatkan meningkatnya jumlah pemudik untuk mengeruk keuntungan.

''Mereka (calo, Red) itu sengaja membuat isu itu untuk melariskan tiket yang mereka jual. Padahal, faktanya masih ada," ujar Sutardji sembari menunjuk grafik kenaikan jumlah penumpang di posko.

Melihat kenaikan jumlah penumpang kemarin, dishub dan agen tiket memang cukup waswas. Dibandingkan periode tahun lalu, pada H-5 tahun ini pemudik naik sekitar 10 persen. ''Bila tahun lalu ada sekitar 500 penumpang, kini ada 592 penumpang," jelas Santijoso, Kasi Penyeberangan Dishub Gresik. Karena itu, mulai kemarin dishub mengoperasikan dua kapal sekaligus.

Kenaikan jumlah penumpang itu juga dibenarkan agen kapal Express Bahari Reven S.P. ''Sebanyak 344 kursi yang tersedia di Express Bahari untuk perjalanan hari ini sudah terisi semua," ujarnya.

Karena itu, dia menyepakati mekanisme pembelian tiket yang hanya dijual di pelabuhan. ''Meski agak ribet, tidak apa-apa," ujar Reven.

Selain Express Bahari, ada kapal ro-ro Dharma Kartika yang melayani pemudik ke Bawean. Untuk tiket kapal yang dinakhodai Asyari itu, masih banyak yang belum terjual. Harga tiket kedua kapal tersebut hanya terpaut Rp 15 ribu untuk semua kelas. Kelas yang tersedia lengkap, mulai ekonomi, eksekutif, hingga VIP.

Hanya kelas VIP yang tidak dimiliki Dharma Kartika. Yang termahal adalah kelas VIP Express Bahari yang mencapai Rp 160.000. Meski dioperasikan bersamaan, kedua kapal tersebut bersepakat bergantian mengangkut penumpang dari Bawean ke Gresik.

''Hari ini (kemarin, Red) jatahnya Dharma yang mengangkut penumpang dari Bawean ke Gresik. Express baru kebagian besok,'' jelas Reven.

Untuk pengawasan keamanan, pihak dishub dan Pelindo telah bekerja sama dengan Polsekta KPPP Gresik. ''Pengamanan ini dimaksudkan untuk mengawasi peredaran tiket maupun antrean penumpang," ujar Darsuki, Kapolsekta KPPP Gresik, ketika ditemui di posko depan pelabuhan.

Selain memantau arus mudik di pelabuhan, Jawa Pos kemarin meninjau terminal bus Bunder. Kondisi kontras terlihat di salah satu terminal jalur pantura itu. Hingga H-5, hiruk-pikuk pemudik belum terlihat naik. Suasana di terminal masih relatif lengang. (pra/ib)

Dirazia, Sembunyi di Toilet, Pingsan

Media Bawean, 25 September 2008


Sumber : Jawa Pos

GRESIK - Penumpang nunut KM Ekpres Bahari (EB) 8B membuat petugas administrator pelabuhan (adpel) maupun awak kapal kalang kabut kemarin (24/9).

Pasalnya, penumpang liar tanpa tiket itu pingsan di dalam toilet kapal setelah mengetahui ada petugas melakukan pemeriksaan isi kapal.

Diduga, penumpang ilegal bernama Malik itu pingsan karena takut razia petugas. "Saya takut terkena razia, Pak!" aku lajang 23 tahun asal Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, itu saat diperiksa di Kantor Adpel Gresik, Jl Yos Sudarso, kemarin (24/9).

Berdasar informasi yang dihimpun koran ini, sekitar pukul 08.30, menjelang musyawarah pimpinan daerah (muspida) melakukan inspeksi mendadak (sidak) transportasi Lebaran di Pelabuhan Gresik, petugas penjagaan dan keselamatan (Gamat) Administrator Pelabuhan Gresik memergoki sejumlah penumpang liar naik ke KM Ekspres Bahari.

Petugas mencoba mencari penumpang gelap itu. Di antaranya, memelototi toilet kapal. Ketika pintu toilet didorong, petugas melihat seorang pemuda yang mengenakan baju bermotif kotak-kotak, celana tiga perempat warna gelap, dan sepatu warna hitam tergeletak tak sadarkan diri.(yad/ib)

Tiket Kapal Cepat Lebaran Ludes

Media Bawean, 13 September 2008

Sumber : Jawa Pos

GRESIK - Lebaran masih kurang sekitar dua minggu lagi. Namun, tiket kapal cepat untuk penyeberangan Gresik-Bawean pada H-10 Lebaran telah ludes terjual. Kini yang tersisa hanya tiket kapal motor biasa.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Administrator Pelabuhan (Adpel) Gresik Pudiasto Nugroho menyatakan telah menerima laporan bahwa tiket kapal cepat untuk keberangkatan mulai 24 September atau H-8 telah habis. "Mau apa lagi? Memang kondisinya kayak gitu," katanya kemarin (12/9).

Kapal cepat Express Bahari (EB), angkutan penyeberangan Gresik-Bawean, menjadi primadona. Sebab, kapal milik PT Pelayaran Sakti Inti Makmur itu hanya butuh waktu tiga jam untuk mengarungi lautan sejauh 80 mil laut.

Sedangkan kapal penyeberangan lainnya butuh waktu 6-8 jam. Akibatnya, EB 8B dijadikan sebagai alternatif utama bagi calon penumpang yang hendak ke Bawean atau sebaliknya.

Penyeberangan Gresik-Bawean dilayani dua kapal, yakni EB 8B dan KM Dharma Kartika 1. Namun, jelas Teddy (sapaan Pudiasto Nugroho), Adpel Gresik sudah mengantisipasi segala permasalahan akibat lonjakan pemudik Lebaran kali ini. Di antaranya, telah disiapkan kapal milik PT ASDP, KM Dharma Kartika 2. Kapal jenis roro (roll-on, roll-off) itu rencananya bakal disiagakan mulai H-3 sampai H+7. "Sehingga, untuk angkutan Lebaran ini, ada tiga kapal yang kami siapkan," terangnya.

Terpisah, Subki, agen tiket EB 8B, menjelaskan, sejak awal puasa, empat agen cabang penjualan tiket kapal cepat telah diserbu pembeli. Setiap hari rata-rata seratus tiket mudik yang dibeli calon pemudik.

"Sebagian besar mereka merencanakan berangkat pada H-10 Lebaran (22 September 2008, Red)," ucap Subki. "Mereka juga telah memesan tiket kepulangan," tambahnya. (yad/ib)

Tikam Tetangga hingga Tewas

Media Bawean, 05 September 2008

Sumber : Jawa Pos
GRESIK - Ketenangan warga Desa Patarselamat, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, terusik. Gara-garanya, aksi penusukan yang dilakukan Zaenal Arifin, 23, terhadap Sarifi, 42, tetangganya sendiri.

Akibat tusukan pisau dapur itu, Sarifi meninggal dunia setelah beberapa saat mendapatkan perawatan dokter di Puskesmas Sangkapura.

Peristiwa yang menggegerkan masyarakat Dusun Patar, Desa Patarselamat, Kecamatan Sangkapura, itu terjadi pada Rabu (3/9) pukul 21.00. "Tersangkanya berhasil ditangkap," kata Kasatreskrim Polres Gresik AKP Fadli Widianto mewakili Kapolres Gresik AKBP R. Nurhadi Yuwono kemarin (4/9). (yad/ib)

Pemilik Kayu Log Masih Misteri, Kasatreskrim Polres Gresik Terbang ke Kalimantan

Media Bawean, 29 Agustus 2008

Sumber : Jawa Pos
GRESIK - Polisi masih kesulitan mengidentifikasi pemilik ratusan kayu gelondongan jenis meranti yang ditemukan sekitar 4 mil laut dari Pulau Gili, Dusun Gili, Desa Sidokedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Selasa lalu (26/8).

Untuk menyelidiki asal dan siapa pemilik 300 batang kayu yang mempunyai panjang rata-rata 4 meter dan berdiameter 60 hingga 80 sentimeter itu, Kapolres Gresik AKBP R Nurhadi Yuwono memberangkatkan sejumlah anak buahnya. Dipimpin Kasatreskrim Polres Gresik AKP Fadli Widianto, mereka terbang ke Kalimantan Rabu lalu (27/8).

Hasilnya? "Anak buah saya di Kalimantan mengabarkan belum bisa mendapatkan identitas pemilik kayu tersebut," kata Nurhadi ketika dikonfirmasi lewat HP-nya kemarin (28/8).

Dugaan polisi masih tetap. Ratusan kayu seharga ratusan juta, bahkan diperkirakan seharga semiliar rupiah, tersebut adalah hasil pembalakan liar.

Kini muncul kabar lain bahwa ratusan kayu yang diduga asal Kalimantan itu berasal dari sebuah tongkang pengangkut kayu yang terguling di 4 mil perairan Pulau Gili, lokasi penemuan ratusan kayu tersebut. Benarkah?

Pelaksana Harian (Plh) Administrator Pelabuhan (Adpel) Gresik Pudiasto Nugroho maupun Kepala Kantor Pelabuhan Bawean di Pulau Bawean Santoso ketika dikonfirmasi terpisah membantah. Ketika ditemui di kantornya, Pudiasto mengatakan, sampai hari ini (kemarin) belum ada satu pun laporan adanya kapal tenggelam di perairan sekitar lokasi penemuan ratusan kayu gelondongan itu.

"Kalau ada kapal tenggelam, pasti pemilik kayu tersebut akan melapor. Tapi, sampai hari ini tidak ada laporan," jelas pria yang juga kepala Seksi Lalu Lintas (Lala) Adpel Gresik tersebut. "Coba kamu tanya ke Kantor Pelabuhan Bawean. Mungkin telah mendapatkan laporan adanya kapal tenggelam," sarannya.

Terpisah, Santoso setali tiga uang dengan Pudiasto. "Saya juga heran, kok ada ratusan kayu terapung. Padahal, tidak ada laporan kapal tenggelam," tutur Santoso ketika dihubungi via HP-nya.

"Kejadian ini kali pertama dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini. Karena itulah, saya telah memberitahukan kepada semua nakhoda untuk hati-hati ketika melintas di perairan tersebut," tambah Santoso.

Sebuah sumber Jawa Pos di pelabuhan Gresik menyebutkan, ratusan kayu itu berasal dari sebuah tongkang pengangkut kayu. "Kayu-kayu milik sebuah perusahaan kayu di Margomulyo di Surabaya," katanya.

Seperti diberitakan, Polsek Sangkapura mengamankan 300 batang kayu gelondongan. Ratusan kayu berjenis meranti bernilai ratusan juta rupiah tersebut diduga akan diselundupkan melalui Bawean.(yad/ib)

Ratusan Kayu Log Terapung di Laut, Diduga Akan Diselundupkan Lewat Pulau Bawean

Media Bawean, 28 Agustus 2008

Sumber Jawa Pos

GRESIK - Sebanyak 300 batang kayu gelondongan diamankan Polsek Sangkapura kemarin (27/8). Ratusan kayu jenis meranti itu rata-rata mempunyai panjang 4 m dengan diameter 60-80 cm. Diduga, kayu log bernilai ratusan juta tersebut akan diselundupkan melalui Pulau Bawean.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos menyebutkan, kayu gelondongan tersebut ditemukan mengapung di laut sekitar 4 mil dari Pulau Gili, Dusun Gili, Desa Sidokedungbatu, Kecamatan Sangkapura, pukul 09.00 kemarin.

Kayu-kayu itu terikat. Setiap ikatan berisi tiga gelondong kayu. Bila panjang satu log 4 m, panjang deretan kayu tersebut mengular mencapai 400 m, mirip sebuah jembatan.

Yang pertama menemukan ratusan kayu yang diduga hasil pembalakan liar tersebut adalah Mujadi. Sekitar pukul 09.00, nelayan berusia 35 tahun asal Dusun Gili, Desa Sidokedungbatu, Kecamatan Sangkapura, itu hendak berangkat mencari ikan.

Sekitar 4 mil dari Pulau Gili, Mujadi melihat batangan kayu log terapung di tengah laut. Pamandangan seperti itu belum pernah dia lihat sebelumnya.

"Saksi (Mujadi, Red) kemudian memutar balik perahunya menuju daratan. Dia lalu melaporkan apa yang dilihatnya kepada Tikam, 65, petugas perlindungan masyarakat di Kecamatan Sangkupura," terang Kepala Bagian Binamitra Polres Gresik Kompol Sudiyono yang mewakili Kapolres Gresik AKBP R. Nurhadi Yuwono kemarin.

Tikam lalu melanjutkan laporan ke Polsek Sangkapura. Mendapatkan laporan tersebut, sejumlah personel polsek dan polair langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Siapa pemilik ratusan kayu gelondongan itu? Sudiyono belum bisa memastikan. "Mungkin ratusan kayu log tersebut hasil illegal logging. Saat ini kami sedang menyelidiki pemilik dan asal kayu itu," ucap mantan Kapolsek KPPP Gresik tersebut. (yad/ib)

Polisi Kantongi Identitas Pengeroyok

Media Bawean, 23 Agustus 2008

Sumber : Jawa Pos
GRESIK - Para pengeroyok Zulfan Hasyim dan Muslikh, tampaknya, tidak akan bisa tidur nyenyak. Identitas mereka kini telah dikantongi polisi. Namun, polisi masih belum menangkap para pengeroyok anggota PKB pro-Muhaimin tersebut.

Polisi masih membutuhkan keterangan dua saksi netral dalam kasus kriminal tersebut. "Saya tidak bisa menyebutkan identitas saksi tersebut. Sebab, mereka bisa saja ditekan pihak lain," kata Kasatreskrim Polres Gresik AKP Fadli Widianto yang mewakili Kapolres Gresik AKBP R.Nurhadi Yuwono kemarin (22/8).

"Setelah dua saksi netral ini diperiksa, kami akan melakukan langkah-langkah (penangkapan, Red). Identitas pengeroyok sudah kami kantongi," tambah mantan Kasatreskrim Polres Malang tersebut.

Saat ini, polisi baru merampungkan pemeriksaan terhadap tiga saksi pengeroyokan. Dua di antara saksi itu adalah korban, yakni Zulfan Hasyim dan Muslikh. Saksi lain adalah M. Hamim Mubham, wakil Sekretaris Dewan Syura DPC PKB Gresik.

Dari keterangan saksi-saksi tersebut, polisi mendapatkan identitas para pengeroyok. Namun, polisi masih belum berani menyimpulkan motif pengeroyokan terhadap Zulfan dan Muslikh tersebut. "Sedang kami dalami motifnya," katanya.

Muslikh, salah seorang saksi korban, ketika ditanya Jawa Pos apakah pernah diintimidasi para pengeroyoknya, menjawab, "Bagi saya, intimidasi seperti sego jangan (sangat sering, Red). Wis kebal dan saya tidak takut."

Seperti diberitakan, sekolompok orang tidak dikenal mengeroyok Zulfan dan Muslikh di depan Kantor KPU Gresik pada Selasa (19/8) pukul 22.30. Dua orang tersebut diduga akan menyerahkan daftar bakal calon legislatif (bacaleg) yang ditandatangani Ketua dan Sekretaris DPC PKB Gresik Moh. Syafik dan Ainurrofiq. (yad/ib)

Daftar dan Nomor Urut Bacaleg Bocor, PKB Pimpinan Moh. Syafik Somasi KPU Gresik

Media Bawean, 23 Agustus 2008

Sumber : Jawa Pos

Gresik - Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Gresik Moh. Syafik uring-uringan. Sebab, daftar nama dan nomor urut bakal calon legislatif (bacaleg) pada Pemilu 2009 yang telah disetorkan ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik bocor ke masyarakat.

Tak pelak, akibat bocornya daftar dan nomor urut bacaleg tersebut, kini sejumlah bacaleg yang berada di nomor sepatu mulai melakukan penggebosan terhadap partai. "Saya sudah protes keras terhadap ketua KPU (Alimin, Red). Besok, rencananya saya memprotes secara lisan," tegas Syafik yang juga ketua Komisi A (bidang hukum dan pemerintahan) DPRD Gresik tersebut.

Syafik menduga bocornya daftar dan nomor urut baceleg yang disetorkan pada Selasa (19/8) pukul 23.30 tersebut merupakan ulah anggota KPU Gresik. "Oknum KPU Gresik itu sudah tidak netral. Ada yang memihak salah satu kelompok," tandas mantan ketua Ansor Gresik itu.

Semestinya, tambah Syafik, formulir bacaleg yang telah disetorkan ke KPU Gresik tidak boleh disebarluaskan. "Karena sudah menjadi dokumen negara. Apalagi, hanya daftar bacaleg kami yang dibocorkan," katanya.

Akibat bocornya daftar dan nomor urut bacaleg tersebut, Syafik berencana menyomasi KPU Gresik. Sebab, hal itu membuat kondisi di lingkungan partai semakin meruncing dan tidak kondusif. "Bahkan, di lapisan kecamatan ada gesekan antarkader," jelas bacaleg di daerah pemilihan (dapil) III yang meliputi Kecamatan Balongpanggang, Cerme, Duduksampeyan, dan Benjeng itu.

Benarkah KPU Gresik telah membocorkan dokumen tersebut? Lima anggota KPU Gresik tidak bisa dikonfirmasi. Kemarin (22/8) Jawa Pos mendatangi Kantor KPU Gresik di Jl dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas. Namun, semuanya tidak berada di kantor.

Lima anggota KPU itu adalah Alimin (ketua) dan empat anggotanya, Abdul Basid, Nur Fakih, Hasjim Munif, dan Abdul Basith Fauzan. Ketika telepon seluler Ketua KPU Gresik Alimin dihubungi, terdengar nada masuk. Namun, tidak diangkat meski telah ditelepon berkali-kali.

Seperti diberitakan, pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2009, pengurus DPC PKB Gresik terpecah dua. Masing-masing mengirimkan daftar bacaleg. Bacaleg PKB pimpinan Ahmad Nadir dan Ali Mukhid menyetorkan 55 orang. PKB pimpinan Moh. Syafik dan Ainurrofiq membawa 38 bacaleg. Keduanya sama-sama mengklaim yang berhak maju dalam Pileg 2009. (yad/ib)

Korban Lapor Polisi, DPC PKB Gresik Desak Aparat Usut Pelaku Pengeroyokan

Media Bawean, 22 Agustus 2008

Sumber : Jawa Pos

GRESIK - Dua korban pengeroyokan di depan Kantor KPU Gresik melapor ke Polres Gresik kemarin (21/8). Kedua korban tersebut adalah Wakil Ketua Dewan Syura DPC PKB Gresik Zulfan Hasyim dan simpatisan partai bergambar bola dunia dengan sembilan bintang itu, Muslikh.

Mereka mendatangi Mapolres Gresik pukul 15.00 dengan diantar Moh. Hasyim, penasihat hukum korban, dan M. Hamim Mubham, saksi dalam pengeroyokan pada Selasa (19/8) pukul 22.30 tersebut.

Hingga pukul 17.20, kedua korban pengeroyokan sekelompok orang tak dikenal itu masih diperiksa di Mapolres Gresik. Sebelumnya, mereka melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Gresik.

Laporan kedua korban tersebut diterima Ipda Sukiran, Ka KSP Polres Gresik. Laporan mereka dicatat dalam nomor LP/215/VIII/2008/Polres Gresik.

Muslikh ketika ditemui Jawa Pos menyatakan masih pusing. Ada sekitar lima luka memar dan robek di bagian belakang kepala pria yang tinggal di Jl Tanjungwira, kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), itu.

"Besok (hari ini, Red) saya akan CT scan. Mungkin ada pendarahan di dalam kepala saya," katanya sambil memegangi kedua kepala.

Muslikh yang pingsan akibat pengeroyokan tersebut menduga pengeroyok yang memukulinya tidak menggunakan tangan kosong. "Sepertinya, ada benda tumpul yang dipukulkan. Sehingga, saya ngeliyeng-ngeliyeng, lalu pingsan," ucapnya.

Keadaan Zulfan nyaris sama. Namun, kondisinya lebih baik daripada Muslikh. Sebab, pria yang berprofesi sebagai pengacara itu berhasil menyelamatkan diri dari kepungan gerombolan pengeroyok.

"Di antara pengeroyok, saya mengenalnya. Tapi, biar polisi yang mengusut," ujarnya sambil didampingi penasihat hukumnya, Moh. Hasyim.

Sementara itu, ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Gresik versi Muhaimin Iskandar, yakni Moh. Syafik, meminta polisi mengusut tuntas kasus pengeroyokan yang dianggap mencederai demokrasi tersebut.

"Sehingga, otak di balik pengeroyokan bisa terungkap," tutur Syafik yang juga ketua Komisi A (bidang hukum dan pemerintahan) DPRD Gresik itu.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Fadli Widianto yang mewakili Kapolres Gresik AKBP R. Nurhadi Yuwono mengatakan bahwa korban masih diperiksa. "Namun, kami akan mengusut perkara pengeroyokan tersebut," jelasnya.

Seperti diberitakan, menjelang akhir penutupan pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) pada Selasa lalu pukul 22.30, ada pengeroyokan terhadap anggota PKB versi Muhaimin. (yad/ib)

Akan Setor Bacaleg, Dikeroyok

Media Bawean, 21 Agustus 2008

Sumber : Jawa Pos
Wakil Sekretaris-Simpatisan PKB Muhaimin Memar

GRESIK - Menjelang pemilihan legislatif (pileg), suhu politik di Gresik mulai panas. Selasa (19/8) pukul 22.30, dua pengurus DPC PKB versi Muhaimin Iskandar dikeroyok puluhan orang yang tidak dikenal di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik, Jl. Dr Wahidin Sudirohusodo.

Dua korban pengeroyokan itu diduga akan menyerahkan berkas nama bakal calon legislatif (bacaleg) PKB versi Muhaimin Iskandar. Dua korban itu adalah Wakil Sekretaris DPC PKB Gresik Zulfan Hasyim dan simpatisan PKB Muslikh. Wajah Zulfan memar, sedangkan kepala bagian belakang Muslikh mengeluarkan darah sehingga harus dijahit. Dia dirawat di RS Ibnu Sina Gresik.

Jawa Pos mendapatkan informasi, Selasa (19/8) pukul 22.30, M. Hamim Mubham dan Zulfan Hasyim -keduanya wakil sekretaris Dewan Syura DPC PKB Gresik versi Muhaimin Iskandar- dan Muslikh mendatangi Kantor KPU Gresik.

Mereka bertiga naik mobil Toyota Kijang berpelat merah -mobil operasional DPRD Gresik- dari Kompleks Perumahan GKB menuju Kantor KPU Gresik. Mereka turun sekitar 20 meter dari kantor itu.

Hamim, pengemudi mobil yang juga ketua Komisi B (bidang perekonomian) DPRD Gresik, berjalan menuju kantor KPU. Zulfan dan Muslikh berada di belakang Hamim.

Tiba-tiba, dari arah timur kantor itu, puluhan orang tidak dikenal berhamburan ke arah Zulfan dan Muslikh. Mereka langsung melayangkan pukulan kepada Zulfan dan Muslikh. Dari gerombolan itu, ada orang yang meneriakkan kata pengkhianat kepada dua korban.

"Kejadiannya begitu cepat. Saya tidak tahu siapa mereka," ujar Hamim, salah seorang saksi mata peristiwa tersebut.

Hamim mengatakan, kedatangan ke kantor KPU Selasa malam itu hanya mampir. "Kami baru saja beli jamu, kemudian mampir. Jadi, belum membawa berkas pencalegan," kata mantan sekretaris DPC PKB Gresik periode 2001-2006 tersebut.

Dia menduga, pengeroyokan tersebut bertujuan menggagalkan penyerahan daftar bacaleg dari DPC PKB Gresik versi Muhaimin Iskandar.

Tiga jam setelah pengeroyokan atau Rabu sekitar pukul 02.30, polisi mengantarkan Zulfan dan Muslikh ke RS Ibnu Sina Gresik untuk menjalani visum at repertum. Namun, hingga pukul 16.30, dua korban itu belum melapor secara resmi ke Polres Gresik maupun Polsek Kebomas, lokasi pengeroyokan.

"Sampai sore ini (kemarin, Red) belum ada laporan pengeroyokan," kata petugas Samapta Polres Gresik.

Ketua Dewan Syura DPC PKB Gresik Robbach Ma'sum menyesalkan tindakan kekerasan itu. "Saya sangat, sangat, sangat menyesalkan kejadian tadi malam," kata Robbach.

Namun, Robbach meminta persoalan tersebut tidak terlalu dibesar-besarkan. Misalnya, melapor ke polisi. "Kalau saya, tidak akan melakukan," ujarnya diplomatis.

Terpisah, Sekretaris DPC PKB Gresik versi Gus Dur Ali Mukhid mengaku tidak mendengar adanya pengeroyokan terhadap Zulfan dan Muslikh. "Saya tadi malam (Selasa,Red) berada di Kantor DPW PKB Jatim. Saya calon DPRD Jatim," kata Ali Mukhid, yang jabatannya dicopot bersama Ahmad Nadir melalui SK DPP PKB yang ditandatangani Muhaimin Iskandar dan Lukman Eddy tersebut.

Sesudah pengeroyokan terhadap Zulfan dan Muslikh, kantor KPU dijaga ketat. Sejumlah polisi berpakaian preman dan berseragam berjaga-jaga di kantor tersebut hingga Rabu pukul 3 dini hari. (yad/ib)

Penumpang Kapal Unjuk Rasa

Media Bawean, 18 Agustus 2008

Sumber : Jawa Pos
GRESIK - Menjelang upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI kemarin (17/8), terjadi aksi demonstrasi. Ratusan penumpang kapal Ekspress Bahari (EB) 8B nglurug Kantor Administratur Pelabuhan (Adpel) Gresik di Jl Yos Sudarso.

Mereka mendesak Adpel untuk memberangkatkan EB 8B ke Pulau Bawean. Akibat aksi itu, sejumlah personel Adpel yang direncanakan mengikuti upacara detik-detik proklamasi kemerdekaan di Alun-alun Gresik urung berangkat.

Mereka terpaksa bertahan untuk mengamankan unjuk rasa tersebut. Aksi ratusan penumpang itu dimulai pukul 09.10. Adpel tetap melarang EB 8B yang mengangkut 340 penumpang untuk menyeberangi perairan Jawa sejauh 80 mil menuju Pulau Bawean.

Alasan Adpel Gresik, berdasar laporan cuaca dari BMG Maritim maupun BMG Australia, gelombang air laut 1,5-3 meter. Tekanan angin mencapai 15-20 knot. Cuaca itu membahayakan kapal EB 8B yang terbuat dari fiberglass.

Abdul Malik, salah seorang penumpang kapal, mengatakan, penumpang merasa diombang-ambing oleh kebijakan Adpel itu. "Sebab, ada kapal lain yang berangkat dari Pulau Bawean. Dan kondisi cuaca baik. Mengapa EB 8B dilarang berangkat," kata Malik, yang disambut teriakan sejumlah penumpang lainnya.

Sabtu (16/8), Adpel melarang kapal ekspres berangkat dan menjanjikan bisa kembali berangkat pada Minggu (17/8). "Tapi, sekarang kembali dilarang. Alasan sama (cuaca). Sedangkan, kapal lainnya (KM Dharma Kartika, Red) boleh berangkat," tegas warga Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, tersebut.

"Pokoknya, hari ini kami harus berangkat. Kapal ekspres tidak boleh berangkat. Kapal lain juga jangan boleh berangkat," teriak lainnya.

Kasi Penjagaan dan Keselamatan (Gamat) Adpel Gresik Nuralim mengatakan, EB 8B dilarang berangkat karena kondisi cuaca di Perairan Gresik buruk. "Kondisinya sangat membahayakan. Apalagi perizinan untuk Ekspress Bahari hanya diperbolehkan kalau ombak tidak melebihi 2 meter," jelas Nuralim.(yad/ib)

Pelototi Bawaan Penumpang, Setelah Insiden Tenggelamnya KM Palangkaraya

Media Bawean, 16 Agustus 2008
Sumber : Jawa Pos

GRESIK -- Musibah tenggelamnya kapal motor (KM) Palangkaraya, Sabtu (9/8) menjadi pelajaran penting bagi Administratur Pelabuhan (Adpel) Gresik. Kini pemeriksaan barang bawaan penumpang diperketat.

Seperti yang terlihat kemarin, petugas adpel terus memelototi semua barang bawaan penumpang kapal motor (KM) Dharma Kartika (DK). Satu demi satu barang bawaan penumpang diperiksa.

Pemeriksaan tidak hanya dilakukan di pintu masuk utama. Namun juga di sisi Timur dan Barat, yang dibatasi pagar. Biasanya, penumpang ''menyelundupkan'' barang titipan lewat pagar tersebut. Kemarin, hal itu tidak bisa dilakukan karena sejumlah petugas ditempatkan di sana.

Meski begitu, masih saja ada yang mencoba mengelabui petugas. Misalnya dengan mengatakan bahwa barang tersebut milik syahbandar atau pejabat pemerintahan.

Namun petugas tidak mau kecolongan. Kepala Seksi Penjagaan dan keselamatan (gamat) Adpel Gresik Nuralim sudah memerintahkan anak buahnya meneliti setiap barang bawaan penumpang. "Semua barang yang dinaikkan ke kapal diperiksa satu per satu. Kalau tidak ada pemiliknya, langsung kami turunkan,'' tegasnya.

Kemarin, adalah pelayaran pertama KM Dharma Kartika untuk menggantikan KM Palangkaraya yang tenggelam. Kapal tersebut, selain memuat penumpang juga barang.

Dalam pelayaran pertama menuju Bawean, kapal berkapasitas 205 penumpang itu terisi 173 orang. Bawaan penumpang dibatasi maksimal 20 kilogram per orang. Kelebihan berat akan dikenakan biaya sebagai barang angkutan.

Seperti diberitakan, KM Palangkaraya tenggelam di 11 mil Pelabuhan Bawean, Sabtu (9/8). Seorang penumpang gelap ditemukan meninggal dunia.

Seluruh muatan kapal tersebut ikut tenggelam bersama kapal tersebut. Jumlah barang yang tenggelam simpang siur.

Manifes nakhoda menyebutkan kapal barang tersebut mengangkut dua unit mobil, ambulan dan Toyota Yaris; 23 sepeda motor; 80 ton semen; 40 ton pupuk ; 49 ton beras rakyat miskin (raskin) dan 10 ton general kargo (berisi sembako).(yad/ruk)

Pemilik Barang Memburu LK3

Media Bawean, 15 Agustus 2008

Sumber : Jawa Pos
Pemkab Datangkan KM Dharma Kartika


GRESIK - Tuntas sudah pemeriksaan terhadap awak kapal motor (KM) Palangkaraya. Kemarin (14/8) Administrator Pelabuhan (Adpel) Gresik mengirimkan hasil pemeriksaan kapal barang yang tenggelam di 11 mil dari Pelabuhan Bawean pada Sabtu (9/8) pukul 22.00 itu ke Mahkamah Pelayaran di Jakarta.

Rampungkah tugas Adpel? Belum. Sebab, dua hari belakangan ini sejumlah orang mengaku pemilik barang yang ikut tenggelam bersama kapal rakitan 1961 tersebut berdatangan ke Kantor Adpel Gresik di Jalan Yos Sudarso. Mereka meminta Adpel mengeluarkan surat laporan keberangkatan dan kedatangan kapal (LK3). Surat tersebut dibutuhkan pemilik barang untuk mendapatkan klaim asuransi.

''Beberapa orang datang ke sini mengaku barangnya ikut tenggelam," kata sumber Jawa Pos di Kantor Adpel Gresik kemarin (14/8).

Ada yang mengaku kehilangan peralatan senilai ratusan juta rupiah. ''Ini kan aneh. Ketika muat barang, mereka tidak mau melapor. Saat kapal tenggelam, mereka meminta LK3 tersebut,'' katanya jengkel.

Kepala Adpel Gresik Asmari ditemui Jawa Pos tidak mengelak. "Bahkan, ada instansi pemerintah yang meminta LK3 tersebut. Tapi, tidak saya kasih. Sebab, memang tidak terdaftar dalam manifes di kapal tersebut,'' tegas Asmari

Sementara itu, untuk memperlancar dan mengatasi kelangkaan barang di Pulau Bawean pasca tenggelamnya KM Palangkaraya, pemerintah mendatangkan KM Dharma Kartika. (yad/ib)

Murni Kecelakaan Akibat Cuaca

Media Bawean, 14 Agustus 2008

Sumber : Jawa Pos
Soal Tenggelamnya Kapal Barang KM Palangkaraya

GRESIK - Penyebab tenggelamnya kapal motor (KM) Palangkaraya Sabtu (9/8) pukul 22.00 sedikit terkuak. Itu terjadi setelah Administrator Pelabuhan (Adpel) Gresik memeriksa secara maraton awak KM tersebut.

Bila Selasa (12/8) ada tujuh awak KM Palangkaraya yang diperiksa, termasuk nakhoda Djaelani Fauzi, kemarin (13/8) giliran delapan anak buah Djaelani yang dimintai keterangan. Mereka adalah Masinis I dan II Susanto dan Sukram; Bagian Serang Ashadi, dan Kelasi Rudi. Kemudian, Sumadi, Azis Ridwan, dan Hadi. Ketiganya adalah juru minyak.

Mereka diperiksa pukul 09.00 hingga 16.20. Penyidik mencecar mereka tentang penyebab tenggelamnya kapal maupun penumpang gelap dalam KM rakitan 1961 tersebut.

Seakan kor, mereka menyatakan bahwa kapal milik H. Munif, pengusaha asal Pulau Bawean, itu tenggelam setelah dihantam ombak 3 meter berulang-ulang. ''Ombak datang kali pertama pukul 21.30 dan menghantam lambung kanan,'' kata Kasi Penjagaan dan Keselamatan (Gamat) Adpel Gresik Nuralim kemarin (13/8).

''Gelombang itu terus menerjang sehingga kapal akhir miring dan tenggelam,'' tambah Nuralim. Dia kembali menegaskan bahwa tenggelamnya kapal tersebut bukan disebabkan kelebihan tonase. ''Murni kecelakaan karena cuaca,'' tandasnya.

Tentang penumpang ilegal di kapal tersebut, Nuralim mengatakan bahwa berdasar pengakuan para ABK, mereka adalah instruksi dari nakhoda Djaelani Fauzi.

Bagaimana penumpang yang belum ditemukan? Nuralim mengatakan bahwa keterangan pada ABK berbeda-beda. ''Sedangkan nakhoda tidak mempunyai daftar penumpang kapal,'' tandasnya.

''Ada atau tidak yang hilang, saya tidak tahu. Apalagi, sampai saat ini belum ada laporan resmi dari keluarga yang kehilangan anggota keluarga,'' tandasnya.

Kemudian, Jawa Pos menyebut nama Abdul Rahman, 19, warga Dusun Tanjungan, Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak, yang menurut ibunya naik kapal nahas tersebut. ''Sampai saat ini, baik Syahbandar Bawean maupun Adpel Gresik, belum menerima laporan keluarga korban,'' jawabnya.

Meski begitu, bukan berarti tidak ada pelanggaran dalam insiden tenggelamnya kapal di perairan Jawa sekitar 11 mil dari Pelabuhan Bawean tersebut. Namun, pelanggaran itu mengarah kepada nakhoda Djaelani Fauzi. Djaelani dianggap melanggar UU 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, terutama pasal 144 ayat 1 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar. Sebab, nakhoda menaikkan penumpang pada kapal barang.(yad/ib)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean